Beranda » Movies-TV »

Review Film Maze Runner: The Death Cure

Okeh, ini adalah review dari sequel ketiga film Maze Runner. Jika Anda belum menonton filmnya, harap jangan baca tulisan ini lebih lanjut karena di dalamnya terdapat cuplikan dan sinopsis film. You’ve been warn, hahaha 😈 .

Bermula dari topik sekumpulan remaja yang berlari-lari di dalam labirin (maze) kemudian meluas hingga topik pemberontakan dan upaya melarikan diri dari korporasi jahat, hingga ujungnya adalah upaya sekelompok remaja tersebut masuk lagi ke dalam markas terakhir korporasi jahat tersebut (wkwkwk spoiler).

Tokoh-tokoh jagoannya masih di seputar Maze Runner pertama, seperti Thomas, Teresa, Minho, Newt, Frypan, dan Gally. Yap Gally ternyata masih hidup setelah ditusuk tombak oleh Minho pada film Maze Runner pertama (hahaha, ini jelas spoiler). Tokoh Maze Runner kedua juga masih ada dalam film ini, seperti Brenda, Aris, dan Jorge.

maze runner death cure

Jadi ceritanya adalah, mereka berupaya menyelamatkan Minho yang berhasil diculik oleh WCKD (World Catastrophe Killzone Department), sebuah lembaga yang mencoba menyelamatkan dunia dari wabah virus mematikan dan berbahaya. Orang yang terkena virus ini akan berubah menjadi zombie (mirip-mirip zombie di serial Walking Dead).

Nama WCKD sendiri bagi kita mungkin terkesan biasa saja. Tapi kata WCKD bagi orang Inggris-Amerika sana jelas-jelas singkatan dari kata “wicked”, yang berarti “jahat”. Hahaha, ini lucu 😆 . Di film ini, WCKD adalah orang-orang jahat yang berusaha mencari obat penyembuh dari virus berbahaya tersebut. Nah, para remaja tokoh utama di film ini adalah kelinci percobaan dari WCKD. Layaknya kelinci percobaan, mereka hanyalah alat yang bisa diperlakukan semena-mena.

Penghianatan Teresa adalah kesadaran dirinya bahwa ketika ia memberontak dan melawan, hal itu tidak akan menyembuhkan wabah dunia. Karenanya, ia berpaling ke WCKD dan berusaha untuk menemukan formula yang tepat untuk wabah (the death cure). Di sinilah ia mulai mengeksploitasi Minho untuk memperoleh obat penyembuh, walau dalam hatinya ia merasa bersalah untuk melakukan hal ini.

Cerita selanjutnya adalah upaya Thomas dkk pergi ke kota markas WCKD, tempat di mana mereka menahan Minho. Di sinilah mereka bertemu dengan Gally yang ternyata bergabung dengan grup pemberontak yang juga ingin menghancurkan WCKD. Para pemberontak ini hidup di luar kota yang dibatasi oleh tembok tinggi dengan senjata pelindung. Thomas dkk bekerja sama dengan para pemberontak untuk menerobos masuk ke dalam kota.

Jujur Maze Runner ketiga ini sangat seru di awal. Penonton banyak disajikan adegan aksi dan tembak-tembakan dengan perangkat masa depannya (pesawat canggih, pistol listrik dsb). Tapi, entah kenapa adegan-adegan aksi tersebut jadi terasa membosankan karena berlangsung terus menerus.

Saya kira, sutradara perlu menambahkan sedikit humor agar cerita tidak monoton. Sepertinya sutradara terlihat terlalu berhati-hati untuk menambahkan unsur humor. Maze Runner pada hakikatnya adalah film yang “gelap” dan penuh unsur misterius, dan sangat beresiko untuk memasukkan unsur humor ke dalam film ini. Rating dari Indokreasi Network untuk film ini adalah 7 dari 10.

Bagaimana dengan pendapat Anda?

Bagikan tulisan ini

Tulisan yang berkaitan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

#ads #AMD #Android #Apple #Blackberry #browser #Chrome #cloud #dropbox #end of life #Facebook #facebook timeline #firefox #FOSS #GNU/Linux #Google #Google-Plus #gratisan #green technology #hacked #IE #IM #instagram #Intel #iOS #iPhone #iPhone 5 #LG #malware #Metro #Microsoft #mobile-site #Motorola #Nokia #Samsung #Samsung Galaxy #sensor #skype #Sony #SOPA #SSD #storage #tablet #Twitter #Ubuntu #whatsapp #Windows8 #WindowsPhone #WordPress #youtube